Tampilkan postingan dengan label Ebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ebook. Tampilkan semua postingan

1.12.2012

100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah

Buku ini adalah sebuah bacaan yang sangat menarik untuk dibaca, terkait mengenai 100 peringkat tokoh-tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah, indikator utama yang dijadikan sebagai tolak ukur pengaruh tokoh tersebut adalah mengenai perubahan yang disebabkan oleh tokoh tersebut dalam peradaban baik itu dalam pemikiran, ide maupun sebuah aksi.


Buku ini ditulis oleh Michael H. Hart ini diposisi paling atas menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh yang berpengaruh dalam sejarah, diikuti Sir Isaac Newton, lalu Nabi Isa A.S, diikuti Buddha dan Kong Hu Cu, mengenai alasan kenapa tokoh-tokoh tersebut dinilai layak menempati posisi tersebut, silahkan anda baca keseluruhan buku ini yang bisa anda diunduh dibawah ini.


100 TOKOH PALING BERPENGARUH DALAM SEJARAH --- CATCH IT HERE


Selamat Membaca.

Password Link Download : artzoneplus

1.08.2012

Kumpulan Majalah Detik - Weekly Updated

Siapa yang tidak mengenal detik.com, sebagai portal berita terbesar di Indonesia dengan segmen pembaca dari berbagai kalangan membuat portal berita satu ini menjadi salah satu situs wajib yang selalu dikunjungi ketika browsing internet. Hal yang membedakan detik dengan situs sejenis lain adalah dengan hanya memiliki versi online tanpa cetak serta berita diupdate secara timeline per detik, sehingga portal ini begitu aktual dalam pemberitaan, konsep berita revolusioner seperti inilah yang menjadi acuan situs berita online lainnya di Indonesia.



Dalam perekembangannya detik.com diakuisisi oleh CT Corp, sebuah group raksasa nasional yang selalu memberikan ide segar nan kreatif dalam setiap bidang usahanya, dan beberapa bulan yang lalu detik.com meluncurkan salah satu kolom baru dalam penyebaran segmen beritanya, yaitu dengan membuat Majalah Detik, hal yang unik dari Majalah Detik ini adalah majalah ini tidak memiliki versi cetak dan dapat anda dapatkan secara gratis!

Majalah ini sendiri pada awalnya digunakan bagi para pengguna iPad, namun seiring positifnya tanggapan masyarakat, media penyedia Majalah Detik semakin diperluas, hingga para pemakai perangkat berbasis Android dan iPhone bisa membacanya, untuk mendapatkan aplikasi Android dan iPhone Majalah detik bisa anda dapatkan Disini.
Namun bagi penggemar yang tidak memiliki perangkat Android maupun iPhone tidak usah berkecil hati karena detik.com menyediakan Majalah Detik dalam bentuk ebook PDF, yang dapat didownload secara gratis di situs detik.com yang setiap minggu diterbitkan.

Hingga kemudian bagi para pembaca setia detik.com yang ingin mendapatkan berita investigatif sekelas Majalah Tempo dan Gatra dengan gratis memilik kendala untuk mendapatkan edisi-edisi sebelumnya, dimana detik.com sendiri tidak menyediakan link edisi sebelumnya.
Dan disini anda bisa mendownload Majalah Detik Edisi sebelumnya, yang Insya Allah akan saya update setiap minggu.

Selamat Membaca.


MAJALAH DETIK EDISI 2 : MISTERI PASPAMPRES DI SHY ROOFTOP
(11 - 18 DESEMBER 2011) --- CATCH IT HERE

MAJALAH DETIK EDISI 3 : NUNUN BAHAYAKAN MEGA
(19 - 25 DESEMBER 2011) --- CATCH IT HERE

MAJALAH DETIK EDISI 4 : UI KOK KISRUH
(26 - 2 JANUARI 2012) --- CATCH IT HERE

MAJALAH DETIK EDISI 5 : 2012, BANYAK YANG DIBUI DAN MATI
(2 - 8 JANUARI 2012) --- CATCH IT HERE

MAJALAH DETIK EDISI 6 : BAHAYA DAHLAN ISKAN
(9 - 15 JANUARI 2012) --- CATCH IT HERE

MAJALAH DETIK EDISI 7 : PARA JENDERAL DI WISMA BAKRIE
(16 - 22 JANUARI 2012) --- CATCH IT HERE

Password Link Download : artzoneplus

12.26.2011

168 Jam Dalam Sandera - Memoar Jurnalis Indonesia Yang Terperangkap Di Perang Irak

Buku yang dikemas dalam bentuk cerita mengenai kisah menegangkan Meutya Hafidz pembawa acara berita Metro TV dengan kameramennya ketika meliput suasana perang Irak yang saat itu diinvasi oleh Amerika Serikat, buku yang diberi judul 168 Jam Dalam Sandera ini bercerita dengan begitu detail mengenai bagaimana mereka bisa ditangkap oleh pejuang mujahidin, serta bagaimana ketegangan oleh semua penyandera dan sandera saat pesawat tempur Amerika menjatuhkan bom dalam patrolinya, serta bagaimana Meutya dapat memahami penyanderaan ini dengan kacamata kemanusiaan dimana para sandera sangat terpaksa untuk melaukan hal ini, apalagi kedua sandera merupakan Muslim yang kemudian dalam penyekapan diperlakukan dengan begitu baik layaknya saudara.


Berikut ulasannya dari situs pribadi Meutya Hafid.com :

"Penyanderaan selalu berakhir dramatis, apakah penyanderaan itu dengan kekerasan, pembunuhan, atau sebaliknya tanpa kekerasan sedikitpun. Pasalnya, penyandaeraan itu–berapapun lamanya–merupakan tindakan perampasan hak-hak manusia.

Pada intinya penyanderaan merupakan tindakan kekerasan dan pemaksaan. Meski akhirnya sandera dibebaskan, pasti meninggalkan luka yang dalam. Bila sandera tak kuat, berpengaruh pada aspek psikologis luar biasa.

Sudah sering kita membaca dan melihat tayangan penyanderaan, terutama di daerah konflik dan perang seperti di Irak, Palestina, Afghanistan, atau Aceh ketika masih bergolak. Peristiwa terakhir yang kita saksikan, penyanderaan 23 pekerja sosial asal Korea oleh militan Taliban di Afghanistan–dua sandera tewas ditembak, dua dilepas, dan sisanya dibebaskan bersama atas bantuan/lobi Indonesia–juga menggambarkan tragisnya sebuah penyanderaan.

Meutya Hafid–penyiar dan presenter Metro TV–bukan hanya sering membacakan berita sekitar kasus penculikan dan penyanderaan , atau bahkan menyaksikan langsung rekaman penyanderaan yang berujung maut dengan cara-cara yang sangat sadis, ia pun mengalami peristiwa yang belum pernah terbayang dalam hidupnya, disandera.

Bersama rekannya, kameramen Budianto, Meutya disandera kelompok pejuang atau faksi Mujahidin Irak selama satu pekan, 15–22 Februari 2005.

Peristiwa penculikan dan penyanderaan Meutya dan Budianto itu menjadi berita besar, bukan hanya di Tanah Air, tapi di dunia, mengingat yang menjadi korban adalah wartawan, profesi yang seharusnya bisa bebas menjalankan tugas jurnalistik di tengah konflik dan perang. Meskipun faktanya, dalam perang Irak, tidak sedikit wartawan yang menjadi korban.

Pengalaman Meutya selama dalam penyanderaan dan disekap di sebuah gua kecil di tengah gurun pasir antara Kota Ramadi dan Fallujah itulah yang ditulis dalam buku menarik berjudul 168 Jam Dalam Sandera: Sebuah Memoar. Buku yang diterbitkan Hikmah Memoar dan diberi pengantar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini diluncurkan Jumat (28/9) sore.

Meutya menuliskan pengalaman hidup dalam gua dan ancaman maut yang sewaktu-waktu menjemputnya sebagai seorang sandera dengan sangat mengalir dan penuh perasaan. Gaya bercerita memang tidak runtut melainkan menggunakan model penulisan novel flashback. Kisah penculikan pun langsung ditempatkan di bab pertama.
Pembaca diajak mengikuti suasana perang Irak, ketegangan demi ketegangan, perilaku para penyandera, kepasrahan dan juga harapan-harapan Meutya akan pembebasan. Dalam buku setebal 219 halaman itu, Meutya menyelipkan potongan-potongan pengalaman hidupnya, baik saat masih SMP, mendapat beasiswa ke Singapura, ketika kuliah di Australia, dan juga kehidupan keluarganya, terutama saat sang ayah yang disebut pelindung dirinya, tiba-tiba sakit dan dipanggil Allah SWT.

Perempuan Disarang Penculik

Di tengah kesibukannya, penyiar dan presenter cantik kelahiran 3 Mei 1978 dengan nama lengkap Meutya Viada Hafid ini menyempatkan diri berbincang dengan SH, Selasa (25/9) di Hotel Sultan, itu pun di sela rekaman acara Ramadan.

Alumnus School of Mechanical and Manufacturing Engineering, University of New South Wales, 2001, ini masih ingat betul hari-hari yang terasa sangat panjang di dalam gua sempit di tengah gurun pasir yang diisi lima orang–dia, Budi, Ibrahim si pemandu dan dua sang penyandera. Satu-satunya lubang seperti yang dibatasi terlis seperti penjara berfungsi sebagai ventilasi udara.

Sebagai satu-satunya wanita di dalam gua penyanderaan, kita bisa membayangkan bagaimana risihnya Meutya. Soal ini diceritakan juga dalam buku, termasuk usaha pelecehan yang dialami, meski masih sebatas kerlingan mata dan upaya “membenahi” kerudung yang digunakannya.

Selain kekhawatiran tindakan tragis yang selalu menyelinap di hati pemenang Samsung Award sebagai wanita pemberani (2006) ini, masalah sehari-hari di gua dijalani dengan ketidakpastian. Bagaimana soal rutinitas metabolisme tubuh? Meutya menceritakan (dalam buku disinggung sedikit) bagaimana selama dalam gua itu tidak pernah ke belakang atau buang air besar (BAB), padahal itu rutin setiap pagi bila dalam keadaan normal.

“Mungkin karena situasi memaksa perut bisa menahan BAB,” ungkapnya sambil menambahkan selama satu pekan itu dia tak nafsu makan meski ada menu kebab dan sesekali potongan daging.

Namun untuk urusan buang air kecil, ada komitmen di antara penyandera. Bila tidak tertahankan lagi, Meutya boleh keluar gua dengan membawa sedikit air dan waktu yang sangat terbatas, sementara semua lelaki di dalam gua. Bayangkan di gurun pasir terbuka seperti itu. Buat wanita dewasa seperti Meutya, ini merupakan penyiksaan lain dari penyenderaan.

Toh semua pengalaman akhirnya bisa dilalui Meutya dan Budianto, meski dia dalam beberapa kesempatan sudah menyerahkan diri pada Allah, takdir apa yang akhirnya akan diterima.

Hari-hari menjelang pembebasan juga penuh liku-liku. Semuanya diawali dengan pernyataan Presiden Yudhoyono–seperti dituntut kelompok Mujahidin bahwa Meutya dan Budianto memang bertugas dan tidak ada kaitan dengan urusan politik–dan permintaan tokoh-tokoh Muslim Indonesia akan mereka segera dibebaskan.
Presiden dalam pengantar buku ini juga mengungkap kembali bagaimana dia tiba-tiba dibangunkan oleh telepon Dino Patti Djalal ihwal penculikan dan langkah cepat yang harus dilakukan.

Proses kreatif untuk menguntai kembali pengalaman dan cerita penyanderaan dilakukan Meutya selama dua tahun. “Kalau bukan karena dorongan teman-teman dan berbagai kalangan, mungkin pengalaman ini masih terpendam,” ujar Meutya.

Ketika ditanya bagaimana perasaannya melihat Irak saat ini, penerima beasiswa ASEAN Scholarship frim Minister of Education Singapura untuk menempuh SMA tiga tahun di sana, menyatakan, Irak sudah demikian hancur. Kehidupan, kebudayaan, masa depan rakyat Irak bagai tanpa harapan.

“Hanya Tuhan yang mampu memperbaiki kehancuran ini,” katanya. Tapi, soal penyanderaan, “Meski saya mengalaminya tanpa kekerasan fisik, tapi apa pun bentuknya penyanderaan itu telah merampas hak-hak dan kebebasan manusia, dan itu menyakitkan.”



168 JAM DALAM SANDERA --- DIRECT LINK HERE


Selamat Membaca.

Password Link Download : artzoneplus

12.01.2011

Detik-Detik Yang Menentukan - Memoar B.J. Habibie Di Masa Transisi

Buku ini adalah sebuah kisah memoar dari Presiden ketiga Republik Indonesia Baharuddin Jusuf Habibie, dimana dalam buku ini berisi mengenai gambaran kejadian dan kondisi dari pemerintahan ketika era reformasi bergulir dan rezim Soeharto runtuh, Habibie menggambarkan semuanya dalam perspektifnya di masa-masa pemerintahannya mengawal transisi pemerintahan yang saat itu republik memasuki salah satu fase kritis.


Resensi BukuKita.com

"Mengingat bahwa buku ini ditulis berdasarkan catatan harian beliau dan komentar berbagai surat kabar nasional pada masa itu maka buku ini seolah-olah merupakan rekaman ulang sebuah realitas politik yang amat mencekam saat itu. Meskipun demikian sisi-sisi kelembutan, di tengah-tengah ketegasan sikapnya, seorang anak bangsa yang bernama B.J. Habibie sangat jelas tergambarkan pula di dalam buku ini. (Hermawan K. Dipojono) Tokoh yang dengan reformasi berubah dari wakil presiden menjadi presiden dan kemudian meninggalkan kursi kepresidenannya dengan bibir yang tersenyum dan kepala yang tegak. Semua berlaku dengan konstitusional, damai, tanpa setetes darahpun yang tertumpahkan, dan kemudian membuka pintu lebar-lebar untuk para pemimpin penerusnya agar dapat mengisi momentum-momentum yang hadir dengan lebih sukses. (Hidayat Nur Wahid) Banyak hal yang sangat menarik dari buku B.J. Habibie "Detik-Detik yang Menentukan", banyak juga yang menarik dari kepribadian penulisnya, setelah membaca buku itu. Namun demikian tidak meleset jika disimpulkan bahwa: "Buku dan penulisnya menyatu dalam kata "Demokrasi". Itulah uraian buku ini dan itu pula kunci kepribadian penulisnya yang taat beragama Islam itu. Dengan demikian terbukti bahwa tidak ada pertentangan sedikit pun antara penegakan demokrasi dan pelaksanaan ajaran Islam. (M. Quraish Shihab) As those move further into the past, the scale and scope of Habibie's achievement seems ever more astounding and surprising. How was it that an administrative technologist with weak political skills and almost no political support could change Indonesia so rapidly, decisively and fundamentally, and in ways that no one could have expected? (Robert.E. Elson) Kesalahfahaman seolah-olah Presiden Habibie menciptakan "bom waktu disintegrasi" melalui kebijakan desentralisasinya adalah sesuatu yang berangkat dari argumen yang keliru dan tidak berdasar. (Ryaas Rasyid) Whether one believes in the 'Great Man' or 'Great Idea' concept of leadership, Pak Habibie succeeded, within the shortest time possible, in mobilizing every resource that was available, to launch a 'new Indonesia'. (Bilveer Singh)"



DETIK-DETIK YANG MENENTUKAN --- DOWNLOAD HERE


Password Link Download : artzoneplus

11.26.2011

Novel Laskar Pelangi - Kisah Epik Dari Tanah Belitung

Siapa yang tidak tahu dengan novel ini, laskar pelangi salah satu karya sastra Indonesia yang paling populer, kisah nan rancak yang diangkat dari kisah hidup sang penulis Andre Hirata ketika dia masih kanak-kanak, yang bercerita tentang perjuangan hidup meraih mimpi dari sebuah sekolah Muhammadiyah yang reot, diselengi juga dengan kisah jenaka dan intrik-intrik dalam pertemanan 11 anggota laskar pelangi, novel ini merupakan seri pertama dari tetralogi Andrea Hirata.


Review BukuKita.com :

"Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu—bahkan terkadang hanya untuk menyanyikan Padamu Negeri di akhir jam sekolah. Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus. Dan juga sembilan orang Laskar Pelangi lain yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup dan berjuang meraih cita-cita. Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka, dan temukan diri Anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya.

Buku ini dipersembahkan buat mereka yang meyakini the magic of childhood memories, dan khususnya juga buat siapa saja yang masih meyakini adanya pintu keajaiban lain untuk mengubah dunia: pendidikan."



LASKAR PELANGI --- DOWNLOAD HERE


Password Link Download : artzoneplus

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons